Rabu, 14 November 2012

SISTEM PAKAR ANALISIS KEPRIBADIAN BERDASARKAN TEORI JUNG


1. Sistem Analisis Pakar

            Sistem pakar adalah suatu sistem yang dirancang untuk dapat menirukan keahlian seorang pakar atau ahli dalam menjawab pertanyaan dan memecahkan suatu masalah. Tujuan utama sistem pakar adalah untuk memasyarakatkan atau memindahkan secara efektif pengetahuan dan pengalaman para pakar kepada mereka yang bukan pakar. Pemecahan masalah diberikan pada pemakai melalui dialog dengan mereka. Sistem pakar membantu seseorang yang bukan pakar/ahli dalam menjawab pertanyaan, menyelesaikan masalah dan mengambil keputusan yang biasanya dilakukan oleh

seorang pakar.  Ada 3 komponen pendukung dalam sistem analisis pakar, yaitu:

a.    Pangkal pengetahuan (Knowledge Base) yaitu : berisi fakta-fakta, ide, interaksi suatu domain tertentu.

b.   Motor Inferensi (Inference Engine), bertugas untuk menganalisa pengetahuan dan menarik kesimpulan  berdasarkan pangkalan pengetahuan dan antarmuka pemakai.

c.     Antar Muka pemakai (User Interface), bertugas sebagai media yang melakukan komunikasi dengan pemakai.

 

2. Teori Kepribadian Menurut Carl Gustav Jung


            Carl Gustav Jung (1875-1961) adalah orang pertama yang merumuskan tipe kepribadian manusia dengan istilah ekstrovert dan introvert, serta menggambarkan empat fungsi kepribadian manusia yang disebut dengan fungsi berpikir, pengindera, intuitif, dan perasa. Jung berpendapat bahwa kepribadian tersusun oleh sejumlah sistem yang beroperasi dalam tiga tingkat kesadaran, dimana tiga tingkat kesadaran inilah yang membentuk struktur kepribadian. Tiga tingkatan kesadaran yang menyusun kepribadian tersebut, yaitu :

a.   Kesadaran dan Ego

Hasil pertama dari proses diferensial kesadaran itu adalah ego. Ego berperan pentingdalam menentukan persepsi, pikiran, perasaan, dan ingatan yang bisa masuk kekesadaran. Tanpa adanya seleksi dari ego, jiwa manusia menjadi kacau karenapenuh oleh pengalaman yang semua bebas keluar masuk ke kesadaran.

b.   Tak sadar pribadi dan Kompleks

Pengalaman  yang tidak diterima ego untuk muncuk di kesadaran tidak hilang,melainkan disimpan dalam taksadar pribadi (personal unconscious). Sehingga tak sadar pribadi berisi pengalaman yang ditekan, dilupakan, dan yang gagal menimbulkan kesan sadar. Di dalam tak sadar pribadi, sekelompok idea mungkin mengorganisir diri menjadi satu, disebut complex.

c.   Taksadar pribadi kolektif

Adalah gudang ingatan laten yang diwariskan oleh leluhur, berupa pengalaman-pengalaman umum yang terus-menerus berulang lintas generasi. Namun yangdiwariskan lebih sebagai tingkah laku bukanlah memori atau pikiran.4.

d.   Arsetip

Yaitu komponen-komponen ketidaksadaran kolektif yang mewakili ataumelambangkan peluang munculnya jenis persepsi dan aksi tertentu. Di dalam arsetip terdapat kekuatan ( force) yaitu :

1)  Persona (topeng): pendapat publik mengenai diri individu sebagai lawan dari kepribadian privat yang berada dibalik wajah sosial

2)  Anima: naluri perempuan pada pria.

3) Animus: naluri jantan pada wanita.

4) Shadow: insting dasar yang menuntun penyesuaian dengan realita berdasarkan pertimbangan untuk menyelamatkan diri. Seperti insting kebinatangan yangdiwarisi manusia dari evolusi makhluk

5)  Self: sebuah warisan cenderungan untuk bergerak menuju pertumbuhan,kesempurnaan, dan penyelesaian yang dimiliki oleh seseorang.

a.  Dinamika Kepribadian

1) Kausalitas dan Teleologi

2) Progress (gerak maju) dan regress (gerak mundur)

 

b. Tipe Kepribadian

1. Ekstrover : kepribadian yang terbuka

 2. Introver : kepribadian yang tertutup

 

C . Fungsi Kepribadian Manusia

          Ada empat fungsi kepribadian manusia, menurut jung, yaitu :

1. Pikiran

2.Perasaan

3.Penginderaan

4.Intuisi

 

D. Perkembangan Kepribadian

Tahap-tahap Perkembangan:

1. Masa anak-anak (0-12 tahun)

a.Tahap Anarkis (0-6 tahun): kesadaran yang masih kacau dan sporadis.

b.Tahap Monarkis (6-8 tahun): dimulai dengan perkembangan ego dan mulainya pikiran verbal dan logika.

c.Tahap Dualistik (8-12 tahun): pembagian ego menjadi objektif dan subjektif.

2. Masa Remaja (12-35 tahun)

Dimulai dengan pubertas, mulai mandiri secara fisik dan psikis yang diperoleh dariorang tua, meningkatnya kegiatan, kematangan seksual, bertanggungjawab, danpemahaman bahwa era bebas masalah dari kehidupan anak-anak sudah hilang.

3. Masa Dewasa (35-40 tahun)

Mengembangkan aktualisasi diri, munculnya kebutuhan nilai spiritual, mulaimemahami makna kehidupan dirinya.

     4. Masa Tua (> 40 tahun)

       Mulai memahami makna kehidupan secara filosofis dan memandang kematiansebagai tujuan hidup.

 

E. Perubahan Tingkah Laku

Jung melihat jauh melewati batasan psikologi, dalam usahanya memperoleh data untuk membangun konsepnya mengenai kemanusiaan. Jung mendalami berbagai disiplin ilmu sehingga memiliki beberapa metode untuk memahami kepribadian dan mengetahui perubahan tingkah laku dari klien, yaitu:

a.Tes asosiasi kata : membuka  feeling-toned complexes (berbagai hal individualis dan bersifat emosional dalam kepribadian)

b. Analisis mimpi : membuka elemen ketidaksadaran personal dan kolektif serta mengintegrasikannya dalam sebuah kesadaran

c.Imajinasi aktif : membuka gambaran arketipe yang bermula dari ketidaksadaran

d.Psikoterapi : membantu penderita neurotik agar mandiri melalui teknik realisasi diri
 

3. Test Kepribadian Myer Brigss

Diantara sekian banyak tes kepribadian yang paling akurat dan paling banyak digunakan adalah MBTI (Myers Brigss Type Indicator). MBTI dikembangkan oleh Katherine Cook Brigss dan Isabel Brigss Myers berdasasrkan teori kepribadian dari Carl Gustav Jung.

MBTI bersandar pada empat dimensi utama yang saling berlawanan. Masing-masing memiliki sisi positif dan sisi negatif. Berikut empat skala kecenderungan MBTI adalah :

1)    Ekstrovert (E) vs. Introvert (I)

Dimensi IE untuk melihat orientasi energi apakah ke dalam atau keluar. Ekstrovert artinya pribadi yang menyukai dunia luar. Tipe kepribadian ini senang bergaul, menyenangi interaksi sosial, menyukai aktivitas dengan orang lain dan berfokus pada dunia luar. Sebaliknya, tipe introvert adalah pribadi yang menyukai dunia dalam (diri sendiri). Tipe ini suka menyendiri, merenung, membaca, menulis dan tidak terlalu menyukai pergaulan dengan banyak orang. Individu dengan tipe kepribadian ini mampu bekerja sendiri, berkonsentrasi dan fokus. Tipe kepribadian ini bagus dalam pekerjaan pengolahan data dan back office

2)    Sensing (S) vs. Intuition (I)

Dimensi SI melihat bagaimana individu memproses data. Sensing memproses data dengan cara bersandar pada fakta yang konkrit, praktis, realistis dan melihat data apa adanya. Sensing menggunakan pedoman pengalaman dan data konkrit serta memilih cara-cara yang sudah terbukti. Individu tipe kepribadian ini fokus pada masa kini atau hal-hal apa saja yang bisa diperbaiki pada masa sekarang ini. Individu sensing bagus dalam perencanaan teknis dan detil aplikatif. Tipe intuition memproses data dengan melihat pola dan hubungan , pemikir abstrak, konseptual serta melihat bagaimana kemungkinan yang bisa terjadi. Tipe intuition berpedoman pada imajinasi, memilih cara unik dan berfokus pada masa depan atau apa yang akan dicapai pada masa mendatang. Tipe ini inovatif, penuh insprasi dan ide unik, bagus untuk penyusunan konsep, ide dan visi jangka panjang.

3)    Thinking (T) vs. Feeling (F)

Dimensi ketiga melihat bagaimana seseorang dapat mengambil keputusan. Thinking adalah selalu menggunakan logika dan melakukan analisa dalam mengambil keputusan, cenderung berpusat pada tugas dan objektif. Terkesan kaku dan keras kepala, menerapkan prinisip dengan konsisten dan bagus untuk melakukan analisa serta menjaga prosedur atau standar. Sementara feeling adalah tipe kepribadian yang melibatkan perasaan, empati, serta nilai-nilai yang diyakini pada saat pengambilan keputusan. tipe ini berorientasi pada hubungan dan subjektif. Bersifat akomodatif tetapi lebih terkesan memihak, empatik danmenginginkan harmoni dan bagus dalam menjaga keharmonisan dan memelihara hubungan.

4)    Judging (J) vs. Perceiving (P)

Dimensi terakhir melihat bagaimana derajat fleksibilitas seseorang. Judging pada hal ini bukanlah judging untuk menghakimi, namun pada hal ini bertumpu pada rencana yang sistemis, senantiasa berfikir dan bertindak teratur. Tipe judging tidak suka akan hal-hal mendadak atau diluar perencanaan. Individu tipe ini bagus dalam penjadwalan, penetapan struktur dan perncanaan step by step. Tipe perceiving adalah mereka yang bersifat spontan, adaftif dan bertindak secara acak untuk melihat berbagai peluang yang muncul. Perubahan mendadak bukanlah suatu masalah bagi bagi tipe ini. Bagus dalam menghadapi perubahan dan situasi mendadak.

 

 

 

Manfaat Myer-Brigss Type Indicator Test  

Berikut ini adalah kegunaan dari Myer-Brigss Type indicator adalah :

1)    Bimbingan Konseling

Test ini sangat berguna untuk pengembangan karier. Test ini dapat juga digunakan untuk panduan untuk memilih jurusan di perguruan tinggi atau bakan profesi yang sesuai dengan kepribadian.

2)   Pengembangan diri

Dengan test ini individu dapat melihat kelbihan dan kekurangan yang terdapat dalam diri sendiri. Individu dapat lebih fokus untuk mengembangkan kelebihan kita dan memperbaiki sisi negatif dalam diri.

3)   Memahami orang lain dengan cara yang lebih baik

Test ini juga dapat memperbaiki hubungan dan cara pandang individu terhadap orang disekitarnya. Individu akan dapat memahami dan meneerima perbedaan yang dimiliki oleh orang lain.

 

16 Tipe Kepribadian Menurut Myer-Brigss Type Indicator Test  

Berikut ini merupakan 16 tipe kepribadian yang telah dideskripsikan menurut Myers-Brigss Type Indicator Test.

1)    ISTJ (Bertanggung jawab)

a)     Serius tenang dan stabil

b)    Senang pada fakta, logis dan objektif

c)     Pendengar yang baik, setia  hanya mau berbagi pada orang terdekat

d)    Memegang aturan, standart dan prosedur yang telah ditetapkan

2)    ISFJ (Setia)

a)     Penuh pertimbangan, hati-hati, teliti dan akurat

b)    Serius, tenang, stabil dan sensitif

c)     Punya kemampuan mengorganisasi, detail, sangat bertanggung jawab dan dapat diandalkan

3)    ISTP (Pragmatis)

a)     Tenang, pendiam, cenderung kaku, dingin

b)    Logis, rasional, kritis dan objektif

c)     Mampu menghadapi perubahan dengan cepat dan tenang

d)    Mampu menganalisa, mengorganisir dan mendelegasikan.

4)    ISFP (Artistik)

a)     Berpikir simple, praktis, fleksibel, sensitif dan ramah

b)    Menghindari konflik, tidak memaksakan pendapat atau nilai-nilainya pada orang lain

c)     Biasanya tidak mau memimpin, tetapi menjadi pelaksana atau pengikut yang setia

d)    Menunjukkan perhatian lebih banyak melalui tindakan dibandingkan kata-kata,

5)    INFJ (Reflektif)

a)     Perhatian, empati, sensitif dan berkomitmen pada sebuah hubungan

b)    Sukses karena ketekunan, originalitas dan total dalam mengerjakan tugas untuk mendapatkan hasil terbaik

c)     Idealis, perfeksionis, memegamg teguh prinsip

d)    Visioner, penuh ide dan kreatif

6)    INTJ (Independen)

a)     Visioner, punya perencanaan praktis, dan biasanya memiliki ide-ide originalitas serta dorongan yang kuat untuk mencapainya.

b)    Mandiri dan percaya diri

c)     Punya kemampuan yang baik dalam menganalisa sessuatu

d)    Skeptis, kritis, logis dan kadang-kadang keras kepala

e)     Punya keinginan untuk berkembang dan lebih maju dari orang lain

7)    INFP (Idealis)

a)     Sangat perhatian dan peka dengan perasaan orang lain

b)    Penuh dengan antusiasme dan kesetian kepada orang terdekatnya saja

c)     Cenderung idealis dan perfeksionis

8)    INTP (Konseptual)

a)     Sangat menghargai intelektualitas dan pengetahuan

b)    Suka memecahkan masalah dengan logika dan analisa

c)     Lebih suka bekerja sendiri

d)    Cenderung kritis, skeptis, pesimis dan mudah curiga pada orang lain

9)    ESTP (Spontan)

a)     Spontan, aktif, enerjik , cekatan, sigap dan antusias

b)    Kominukator, asertif, memiliki interpersonal skill yang tinggi

c)     Mampu menghadapi masalah, konflik dan kritik

d)    Mudah beradaptasi, toleran dan konservatif tentang nilai-nilai

10) ESFP (Murah hati)

a)     Mudah berteman, bersahabat , ramah , hangat dan menyenangkan

b)    Optimis, ceria dan suka menjadi pusat perhatian

c)     Mempunyai interpersonal skill yang baik dan mudah simpatik

d)    Menghindari konflik dan menjaga keharmonisan suatu hubungan

11)  ENFP (Optimis)

a)     Ramah, hangat, enerjik

b)    Imaginatif, penuh ide, kreatif dan inovatif

c)     Pandai berkomunikasi, senang bersosialisasi dan membawa suasana positif

12)  ENTP (Inovatif)

a)     Gesit, kreatif, cerdik dan logis

b)    Fleksibel, mempunyai banyak cara menghadapi tantangan

c)     Kurang konsisten, cenderung melakukan pekerjaan baru yang lebih menarik daripada yang sebelumnya

d)    Punya keinginan kuat untuk mengembangkan diri

13)  ESTJ (Konservatif)

a)     Praktis, realistis dan cenderung berpegang pada fakta

b)    Sangat sistematis

c)     Cenderung kaku dalam mengerjakan suatu tugas

d)    Disiplin dan pekerja keras

14)  ESFJ (Harmonis)

a)     Hangat, banyak berbicara dan biasanya populer

b)    Teliti dan rajin

c)     Santai dalam mengerjakan sesuatu dan sederhana

d)    Selalu melakukan sesuatu yang manis bagi orang lain tanpa memikirkan diri sendiri

15)  ENFJ (Meyakinkan)

a)     Kreatif, imajinatif, peka dan sensitif

b)    Pandai bergaul, meyakinkan, ramah

c)     Menyukai variasi dan tantangan baru

d)    Butuh apresiasi dan penerimaan

16)  ENTJ (Pemimpin alami)

a)     Dominan, kuat kemauannya, perfeksionis

b)    Tangguh, disiplin dan sangat menghargai komitmen

c)     Berbakat pemimpin

d)    Cenderung menutupi perasaan dan menyembunyikan kelemahan.


Kesimpulan


Sistem pakar merupakan jawaban yang tepat untuk permasalahan mengenai pengetesan kepribadian dengan menggunakan teknologi ,karena sistem pakar adalah suatu sistem yang dirancang untuk dapat menirukan keahlian seorang pakar atau ahli dalam menjawab pertanyaan dan memecahkan suatu masalah. Pemecahan masalah diberikan pada pemakai melalui dialog dengan mereka sehingga membantu seseorang yang bukan pakar atau ahli dalam menjawab pertanyaan, menyelesaikan masalah dan mengambil keputusan yang biasanya dilakukan oleh seorang pakar

              Berdasarkan hasil penelitian yang diuraikan sebelumnya dan setelah dilakukan verifikasi, dapat ditarik kesimpulan bahwa aplikasi sistem pakar mengenai analisa kepribadian manusia dengan merujuk pada Teori kepribadian menurut Jung ini dapat alat bantuan bagi pengguna untuk mengenal lebih jauh kepribadiannya sendiri dalam upaya proses pencarian jati diri dan juga dapat memahami kepribadian sesamanya.

DAFTAR PUSTAKA
 

Mudrika, N. (2012). MBTI : Myer-Brigss Type Indicator. E-book. http://dewihardiningtyas.lecture.ub.ac.id/files/2012/04/mbti.pdf diakses pada tanggal 31 Oktober 2012 pukul 13.45

Novianingsih, K, Putra, Y.F & Suwandy. A.S.. Sistem Pakar Analisa Kepribadian Manusia berdasarkan teori Jung dan Myerss Brigss Type Indicator.  Fakultas Teknik dan Ilmu komputer. Bandung : Universitas Komputer Indonesia.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 
 

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar